Raksasa produsen kendaraan listrik murni (EV) global asal Tiongkok
Pasang BYD di Papan Sponsor
Sentimen Netijen
Periode: 1 TahunTop Suara Netijen
Hal yang paling sering dibahas netizen tentang entitas ini, diurutkan berdasarkan jumlah opini.
Ringkasan Suara Netijen
Netizen banyak menyebut harga BYD bersaing dengan kendaraan lain dan desainnya keren serta futuristik. Kualitas mobil juga dipuji, sementara keluhan yang sering muncul tidak menonjol dalam tema yang diberikan. Banyak netizen menyatakan tertarik membeli BYD dan memuji teknologinya yang canggih.
Diringkas otomatis dari tema 831 opini netizen, diperbarui 4 November 2026. Bisa kurang tepat.
Top 5 Tema Paling Sering Muncul
Netizen menilai harga model BYD sebanding dengan kendaraan lain, termasuk Denza D9.
Netizen menyukai tampilan BYD yang keren, futuristik, dan menyerupai Porsche.
Netizen memuji kualitas BYD sebagai mobil keluarga dan kondisi mobilnya.
Netizen berharap dapat memiliki BYD dan menyebut pilihan model yang ingin dibeli.
Netizen memuji kecanggihan teknologi, torsi, dan fitur mobil listrik BYD.
Kelebihan dan Kekurangan Menurut Netizen
Tren Sentimen Harian
Riwayat skor dan volume opini netizen dari waktu ke waktu.
Rating Netijen
Rating dari pengguna SuaraNetijen, terpisah dari Sentimen Netijen.
Pertanyaan Seputar BYD
Jawaban ringkas berdasarkan agregasi data opini publik dan analisis sentimen netizen.
Apakah BYD bagus menurut netizen?
Berdasarkan analisis 831 opini publik di SuaraNetijen, BYD memiliki skor sentimen 74/100 dengan 69.4% sentimen positif, 9.7% netral, dan 20.8% negatif.
Apa kelebihan dan kekurangan BYD menurut netizen?
Kelebihan BYD yang paling sering disebut netizen: harga bersaing (151 opini), desain model keren (97 opini), teknologi canggih (58 opini). Kekurangan yang paling sering dikeluhkan: kenaikan harga dikeluhkan (46 opini), harga mahal (25 opini), after sales belum jelas (28 opini).
Dari mana data sentimen netizen tentang BYD berasal?
Data dihimpun secara otomatis dari berbagai forum publik, media sosial, dan portal ulasan daring di Indonesia, lalu diklasifikasi dan diagregasikan. Sponsor tidak memengaruhi skor, dan tiap sumber diperlakukan sama.